Koreksi Tarjamah Basmallah

Koreksi Tarjamah Basmallah

بِسمِ اللَّهِ الرَّحمٰنِ الرَّحيمِ

Bismillahirrohmanirrohim biasa diterjemahkan : “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang [1]” [DEPAG]

[1] Maksudnya: saya memulai membaca Al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk-Nya yang membutuhkannya. Ar Rahman (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada mahkulk-Nya, sedang Ar Rahim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmat yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

Koreksi yang benar adalah : “Dengan nama Allah yang Maha Luas dan kekal belas kasih-Nya kepada orang mukmin, serta Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya”.

Komentar:
Pemakaian kata ar-rahman dalam Al-Qur’an, obyeknya berbeda dengan ar-rahim. Pemakaian kata ar-rahman dalam Al-Qur’an dikaitkan dengan orang mukmin saja, tidak meliputi orang kafir, apalagi seluruh makhluk. Hal ini didasarkan pada makna ‘badurrohman pada surat Al-Furqon 925): 63 – 68 :
وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الأرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلامًا (٦٣)وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا (٦٤)وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (٦٥)إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (٦٦)وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا (٦٧)وَالَّذِينَ لا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ وَلا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (٦٨)
63. Orang-orang yang menjadi hamba-hamba Tuhan Yang Mahabelas kasih adalah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan rendah hati. Apabila orang-orang bodoh berkata tidak baik kepada mereka, mereka hanya mengatakan: “Selamat tinggal, aku tidak ada urusan dengan kamu!”.
64. Juga orang-orang yang melaksanakan shalat malam dan berdzikir mengingat Tuhannya.
65. Dan orang-orang yang berdoa: “Wahai Tuhan Kami, jauhkanlah kami dari adzab Jahannam. Sesungguhnya adzab Jahannam sangat menyengsarakan”.
66. Sungguh Jahannam itu tempat singgah dan tempat tinggal yang sangat buruk.
67. Hamba-hamba Allah Yang Mahabelas kasih yaitu orang-orang yang tidak boros membelanjakan hartanya dan tidak pula kikir. Mereka berlaku sedang.
68. Hamba-hamba Allah Yang Mahabelas kasih yaitu dan orang-orang yang tidak mau menyembah tuhan-tuhan selain Allah. Orang-orang itu tidak mau membunuh manusia yang telah Allah haramkan membunuhnya, kecuali dengan jalan yang dibenarkan syari’at. Orang-orang itu juga tidak mau berzina. Siapa saja yang berzina atau membunuh dengan cara melanggar syari’at, ia akan , mendapatkan adzab yang berat.

Kata ‘ibadurrahman’ dalam ayat ini hanya ditujukan bagiorang mukmin saja. Maka makna ar-rahman adalah Mahaluas dan kekal belas kasih-Nya kepada orang mukmin. Sedangkan ar-rahiim yang disebutkan sebanyak 34 kali dalam Al-Qur’an, maknanya kasih saying kepada semua makhluk-Nya, kecuali pada ayat 43 surah Al-Ahzab yang dikhususkan bagi orang-orang mukmin.
Akan tetapi ayat ini tidak menunjukkan pembatasan, melainkan pengutamaan, bahwa orang mukmin lebih diutamakan dalam mendapatkan rahim Allah. Keterangan lebih detail dapat dibaca di dalam tafsir Al-Maraghi, tentang penjelasan surat Al-Fatihah.
هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا (٤٣)
43. Allah adalah Than yang memberikan rahmat kepada kalian. Para malaikat memohonkan rahmat untuk kalian, agar Allah memasukkan kalian ke dalam Islam dan mengeluarkan kalian dari kekafiran. Allah Maha Penyayang kepada orang-orang yang mukmin.
Jadi, menyamakan obyek untuk kata ar-rahman dan ar-rahim yang dilakukan timDEPAG salah, karena menyalahi penjelasan Al-Qur’an sendiri.
Adapun kata ar-rahim ditujukan kepada semua manusia, baik muslim maupun kafir, seperti tersebut pada QS. Al-Baqoroh 2:143 dan Al-Hajj 22:65. “ … Sungguh Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang kepada semua manusia”.

Tarjamah Tafsiriyyah:
“Dengan nama Allah yang Maha Luas dan kekal belas kasih-Nya kepada orang mukmin, serta Maha Penyayang kepada semua makhluk-Nya”.

[Al Qur’an Tarjamah Tafsiriyyah]

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s